Jumat, 16 Desember 2011

Wah, Probiotik Bisa Cegah Gigi Berlubang

Adelia Ratnadita - detikHealth
Jakarta, Selama ini probiotik dikenal manfaatnya sebagai penetral mikoroorganisme di dalam perut. Tapi nyatanya probiotik yang sering dijumpai dalam yoghurt dan produk susu juga bermanfaat untuk mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Kenapa bisa begitu?

Peneliti di International University di Barcelona Spanyol berhasil menemukan efek probiotik pada radang gusi, bau mulut dan perkembangan rongga mulut. Probiotik menunjukkan hasil yang positif, untuk meningkatkan kesehatan mulut baik dikonsumsi sendiri atau sebagai bagian dari formula.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup, mirip dengan mikroorganisme yang menguntungkan yang ditemukan dalam usus manusia. Probiotik juga sering disebut 'bakteri bersahabat' atau 'bakteri baik'.

Bakteri baik sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh, untuk perlindungan terhadap mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit, dan untuk pencernaan serta penyerapan makanan dan nutrisi.

Probiotik banyak tersedia dalam bentuk suplemen dan makanan. Probiotik dapat digunakan sebagai pengobatan komplementer dan alternatif (CAM). Meski begitu efek yang ditemukan dari satu spesies atau strain probiotik tidak selalu memiliki efek yang sama bagi orang lain.

"Orang-orang yang mengonsumsi susu probiotik selama 7 bulan menunjukkan penurunan gigi berlubang. Kami juga telah mengamati ketika probiotik diberikan langsung ke gusi. Hal tersebut memang menunjukkan penurunan penyakit gusi dan periodontal juga," kata Denise Cole, seorang ahli diet di Klinik Cleveland seperti dilansir dari FoxNewsHealth, Kamis (15/12/2011).

Menurutnya susu probiotik dan yoghurt merupakan sumber yang baik untuk asupan nutrisi sehari-hari. Selain itu, probiotik juga telah tersedia dalam bentuk pil yang dijual bebas, sehingga mudah untuk didapatkan.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Archives of Oral Biology Journal. Probiotik dapat meningkatkan resistensi terhadap penyakit menular, membantu keseimbangan bakteri perut dan meredakan gejala alergi.

Probiotik tidak sama dengan prebiotik. Prebiotik merupakan bahan makanan tidak tercerna yang selektif merangsang pertumbuhan dan atau aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan. Ketika probiotik dan prebiotik dicampur bersama-sama, mereka membentuk suatu synbiotic.

Kebanyakan bakteri probiotik mirip dengan bakteri alami yang ditemukan dalam usus manusia, juga dalam ASI. Seperti telah diketahui, ASI memiliki perlindungan alami terhadap banyak penyakit.

Bakteri probiotik paling sering berasal dari dua kelompok, Lactobacillus atau Bifidobacterium. Dalam setiap kelompok, ada spesies yang berbeda, misalnya Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium bifidus. Dan dalam setiap spesies, terdapat strain atau varietas yang berbeda.

Kopi vs Teh, Mana Lebih Sehat?

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Ada orang yang memilih minum teh ketimbang kopi karena dianggap tidak sehat. Namun bagi pecinta kopi, minuman hitam itu bisa memberi energi lebih besar di pagi hari. Lantas mana yang sebenarnya lebih sehat, kopi atau teh?

Selama berabad-abad, kopi telah dipuji karena memiliki sifat yang menyegarkan dan menyehatkan. Kopi merangsang aliran darah di otak dan mengurangi kelelahan mental. Inilah sebabnya kopi mempunyai kemampuan untuk membangkitkan semangat di pagi hari.

Namun ketika Anda ingin membandingkan mana yang lebih sehat antara kopi dan teh, maka jawabannya tergantung jenis kopi atau teh yang diminum dan bagaimana Anda mengolahnya, seperti dilansir Foxnews, Kamis (13/10/2011).

Teh umumnya mengandung zat antioksidan yang disebut dengan flavonoid, zat ini telah terbukti bisa membantu memperlambat atau menghambat reaksi kimia yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.

Namun bagi pecinta teh, mayoritas akan menginginkan teh dengan warna pekat alias teh hitam yang diseduh dengan waktu lama. Semakin lama teh disebuh maka kandungan kafein akan semakin tinggi.

Proses pengeluaran kafein itu akan semakian banyak dalam minuman akhir yang terlalu lama diseduh. Gambarannya kopi atau teh yang diseduh 5 menit kafein yang keluar akan semakin banyak dibanding kopi atau teh yang diseduh 3 menit.

Untuk mendapatkan warna hitam, orang cenderung akan menyeduh teh lebih lama ketimbang kopi. Sehingga jika dibandingkan, kopi akan lebih sehat dibandingkan dengan teh hitam.

Dengan dua cangkir kopi atau 300 mg kafein per hari, dapat meningkatkan suasana hati yang negatif. Menurut studi, minum kopi juga bisa mengurangi risiko penyakit Parkinson. Peminum kopi memiliki risiko sekitar 3 kali lebih rendah terkena penyakit Parkinson dibandingkan non-peminum kopi.

Penelitian tentang bahan kimia kopi menunjukkan bahwa secangkir kopi mengandung bahan kimia yang kuat, antioksidan pelindung yang menghambat sel dalam tubuh berkarat.

Kerusakan oksidatif telah dikaitkan dengan diabetes, arthritis dan kanker. Di antara banyak masalah kesehatan lainnya, antioksidan sangat membantu dalam mengurangi risiko beberapa penyakit dan kehidupan sel.

Kopi juga mengandung antioksidan flavonoid. Senyawa ini menunjukkan kekuatan pelindung terhadap penyakit jantung dengan mengurangi oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat). Jadi, kopi melindungi terhadap serangan jantung dan stroke. Tapi manfaat kopi akan lebih besar jika Anda meminumnya dengan sedikit atau bahkan tidak menggunakan gula (kopi hitam).

Tapi jika Anda minum teh hijau atau teh yang belum difermentasi, maka dapat dikatakan teh hijau adalah minuman sehat. Teh hijau kaya flavenol, yang akan hilang ketika teh difermentasi.

Intinya, jika Anda membandingkan kopi dan teh hitam, maka kopi adalah pilihan yang lebih sehat. Dan jika Anda membandingkan dengan teh hijau, maka teh hijau adalah pilihan yang lebih sehat dibandingkan kopi.